TUKANG PARKIR
suatu sore dipertokoan banten, seorang tukang parkir meniup peluit sambil melambai-lambaikan tangannya.
"PRRIIITT..."
"ya..mundut..pa, mundur.."
saat itu otomatis laju motorku melambat, memberi kesempatan untuk mobil itu keluar.
"ya..terus..mundur pa...mundur..bales kiri..mundur terus.." sahut bapak parkir.
awalnya itu pemandangan umum yang sering dilihat, tapi lalu berubah menjadi drama ala sinetron.
supir yang mengendarai mobil tersebut turun lalu, dengan membabi buta ia menampar tukang parkir itu.
dan tukang parkir itu malah minta maap khan aneh?! lalu tukang parkir itu berkata
"maap pak, saya kira bapak bukan ketua PSSI"
huahahah.....pantes ajah dia marah :D
(diceritakan oleh ibu dengan aku rubah sedikit biar lebih dramatis. tidak menyangkan ibuku punya selera humor yang bagus, sumber "majalah mangle" edisi maret 2011)
"PRRIIITT..."
"ya..mundut..pa, mundur.."
saat itu otomatis laju motorku melambat, memberi kesempatan untuk mobil itu keluar.
"ya..terus..mundur pa...mundur..bales kiri..mundur terus.." sahut bapak parkir.
awalnya itu pemandangan umum yang sering dilihat, tapi lalu berubah menjadi drama ala sinetron.
supir yang mengendarai mobil tersebut turun lalu, dengan membabi buta ia menampar tukang parkir itu.
dan tukang parkir itu malah minta maap khan aneh?! lalu tukang parkir itu berkata
"maap pak, saya kira bapak bukan ketua PSSI"
huahahah.....pantes ajah dia marah :D
(diceritakan oleh ibu dengan aku rubah sedikit biar lebih dramatis. tidak menyangkan ibuku punya selera humor yang bagus, sumber "majalah mangle" edisi maret 2011)

