phone: +420 776 223 443
e-mail: support@londoncreative.co.uk

HANGATNYA DIRIMU

Bunny : Cil, kamu ingat gadis penjaga toko planet surf??
Kancil : Ya, tentu saja ingat, memangnya kenapa?
Bunny : Engga, Cuma sekedar bertanya saja. Orangnya seperti apa sih?
Kancil :  
    Gadis itu seperti buah srowberry segar, warnanya merah merona, sungguh menarik perhatian. Lelaki mana yang tidak menyukainya? Terlebih lagi perempuan tersebut sungguh santun.  Wajahnya terlihat polos, jika kamu memerhatikan matanya maka kamu  akan tertarik kedalam kecerian yang sungguh menyenangkan. Lalu jika kamu tersenyum padanya, ia akan membalas dengan senyuman yang hangat seperti diselimuti oleh sayap-sayap merpati seolah-olah kamu akan ikut terbawa terbang dan tersesat didalam hatinya.  
Bunny : Terus, sekarang udah tau namanya??
Kancil : Belum tahu tuh..heheheh
Bunny : lho kok?? ko engga tahu namanya siapa?? jangan-jangan kamu engga berani buat ngedeketinnya?
Kancil : Iyah bun, aku minder. abis aku udah engga gondrong lagi. kemaren khan rambut aku dicukur
Bunny : namanya aja engga tahu mau gimana ngedeketinnya. huuuuu payah ah, ngarep ajah dehhh....

( Ngarep merupakan salah satu istilah bahasa prokem Indonesia yang dipakai untuk mengacu pada kondisi psikologis ketika seseorang sedang berharap akan sesuatu atau memiliki harapan akan sesuatu. Dalam tingkatan yang paling sederhana, kata ngarep dapat digunakan sebagai pengganti kata kerja 'menginginkan', sementara dalam tingkatan yang ekstrim, ngarep sudah sampai pada kebutuhan atau kondisi membutuhkan sesuatu.
Sekalipun dapat ditemui dalam berbagai konteks umum, istilah non-formal ini jauh lebih kental ditemukan dalam konteks pria-wanita dan cinta, yakni secara spesifik berarti keinginan untuk pacaran. Misalkan, "Karno ngarep dengan Aisha," yang berarti Karno berharap bisa menjadi pacar Aisha. Ngarep lebih daripada sekedar menyukai atau perasaan afeksi. Hal yang paling mendasar dari fenomena ini (bercinta) adalah adanya persepsi akan kehampaan atau ketidaksempurnaan di dalam diri orang yang sedang dilanda perasaan ngarep itu. Jika kebutuhan itu tidak terpenuhi, maka umumnya sang penderita akan mengalami kekacauan emosi.
Secara fisik, ngarep memiliki karakteristik seperti orang kasmaran atau jatuh cinta. Bagi seorang pria yang sedang mendekati lawan jenisnya, kondisi ini dianggap dapat berakibat buruk karena membuat dirinya terlihat tidak memiliki kekuatan apa-apa, seperti tidak laku diinginkan oleh siapapun, dan bahkan melakukan hal-hal yang merugikan dirinya seperti kelewatan melankolis. )

0 komentar: